RUU OTSUS, TIM ASSISTENSI UU PEMERINTAHAN PAPUA Draft pertama Undang-undang PEMERINTAHAN PAPUA


RUU OTSUS
TIM ASSISTENSI UU PEMERINTAHAN PAPUA
Draf pertama Undang-undang
PEMERINTAHAN PAPUA

RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 000
TENTANG
PEMERINTAHAN PAPUA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang :

a. Bahwa cita-cita dan tujuan NKRI adalah membangun masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
b. Bahwa masyarakat Papua sebagai insan ciptaan Tuhan dan bagian dari umat manusia yang beradab, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, nilai-nilai agama, demokrasi, hukum, dan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat hukum adat, serta memiliki hak untuk menikmati hasil pembangunan secara wajar;
c. Bahwa sistem Pemerintahan NKRI menurut Undang-Undang Dasar 1945 mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dalam undang-undang; Continue reading

Draft RUU PEMERINTAHAN OTONOMI KHUSUS DI TANAH PAPUA


RANCANGAN
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : ……………………………….
TENTANG
PEMERINTAHAN OTONOMI KHUSUS DI TANAH PAPUA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang : a. bahwa cita-cita dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah membangun masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
b. bahwa masyarakat Papua sebagai insan ciptaan Tuhan dan bagian dari umat manusia yang beradab, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, nilai-nilai agama, demokrasi, hukum dan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat hukum adat, serta memiliki hak untuk menikmati hasil pembangunan secara wajar;
c. bahwa sistem Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut Undang-Undang Dasar 1945 mengakui dan menghormati satuan-satuan Pemerintah Daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dalam undang-undang;
d. bahwa integrasi dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap dipertahankan dengan menghargai kesetaraan dan keragaman kehidupan sosial budaya masyarakat Papua melalui penerapan Daerah otonomi khusus; Continue reading

MEREKA MEMBAWA ANAK-ANAK KAMI


Artikel ini merupakan artikel yang saya terjemahkan dari artikel di The Sydney Morning Herald, May 4, 2013 (http://www.smh.com.au/lifestyle/theyre-taking-our-kids-20130429-2inhf.html#ixzz2SMJbWkfv) yang ditulis oleh Michael Bachelard.

============================================================

Johanes Lokobal duduk di rumput yang menjadi bantal di lantai kayu di rumah satu-kamarnya yang kecil. Dia menghangatkan tangannya di api yang berada di tengah rumahnya. Sementara, dari waktu ke waktu seekor babi, terlihat menjerit dan membanting dirinya sendiri dengan keras ke dinding sebelah luar rumah.

Kampung Megapura terletak di pegunungan tengah, provinsi paling timur Indonesia, Papua Barat yang begitu jauh hingga suply apapun hanya bisa dilakukan melalui udara atau berjalan kaki. Johanes Lokobal telah tinggal di situ sepanjang hidupnya. Dia tidak tahu persis usianya : “Tua saja,” katanya. Hidupnya juga jauh dari cukup. “Saya membantu di kebun. Saya dapat sekitar 20.000 rupiah [$ 2] per hari. Saya membersihkan taman sekolah.”

Tapi dalam kehidupannya yang keras, salah satu kesulitan yang menimpanya telah membuat dia terluka. Pada tahun 2005, putra satu-satunya, Yope, dibawa ke Jakarta. Lokobal tidak ingin Yope pergi. Anak itu mungkin berusia 14 tahun, tapi besar dan kuat, seorang pekerja yang baik. Namun orang-orang itu tetap membawa Yope pergi.. Beberapa tahun kemudian, Yope meninggal. Tidak ada yang bisa mengatakan pada Lokobal, bagaimana atau kapan tepatnya, dan dia tidak tahu di mana anaknya dimakamkan. Yang dia tahu, adalah bahwa ini tidak seharusnya terjadi. Continue reading